Tuesday, November 26, 2019

Pengertian Manajemen, Dampak Seseorang jika Mempelajari Manajemen, Keuntungan dan Kerugian suatu Organisasi yang menjalankan fungsi-fungsi Manajemen dengan Baik dan Benar, Pengertian Organisasi, Alasan orang masuk organisasi, Fungsi-fungsi dari Manajemen, Keterampilan yang harus dimiliki oleh Seorang Manajer dikaitkan dengan Tingkatan Manajemen dalam Organisasi


Pengertian Manajemen

Sebuah proses untuk mengatur sesuatu yang dilakukan oleh sekelompok orang atau organisasi untuk mencapai tujuan organisasi tersebut dengan cara bekerja sama memanfaatkan sumber daya yang dimiliki.

Secara etimologi kata manajemen diambil dari bahasa Perancis kuno, yaitu menagement, yang artinya adalah seni dalam mengatur dan melaksanakan. Manajemen dapat juga didefinisikan sebagai upaya perencanaan, pengkoordinasian, pengorganisasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efisien dan efektif.


Efektif dalam hal ini adalah untuk mencapai tujuan sesuai perencanaan dan efisien untuk melaksanakan pekerjaan dengan benar dan teroganisir.

Rupanya banyak sekali para ahli yg mengartikan manajemen menurut pendapatnya masing – masing. Berikut pendapat beberapa para ahli tentang manajemen :

1. James A.F. Stoner, berpendapat bahwa manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

2. Menurut Haiman, manajemen itu ialah suatu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha – usaha yang dilakukan individu untuk mencapai suatu tujuan.

3. Menurut Mary Parker Follet, manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.

Manfaat Manajemen

Adapun manfaat kita mempelajari dan memahami manajemen dapat diketahui dari uraian di bawah ini: 

1. Membantu kita membuat strategi yang lebih baik dengan menggunakan pendekatan yang lebih sistematis, logis, rasional pada pilihan strategis.
2. Merupakan sebuah proses bukan keputusan atau dokumen. Tujuan utama dari proses adalah mencapai pengertian dan komitmen dari apa yang kita rencanakan.
3. Proses yang kita laksanakan menyediakan pemberdayaan individual. Pemberdayaan adalah tindakan memperkuat pengertian diri sendiri mengenai efektivitas dengan mendorong dan menghargai usaha kita untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan latihan inisiatif serta imajinasi.
4. Meningkatkan kesadaran kita akan ancaman eksternal sehingga kita akan terbiasa mempersiapkan rencana lain atas kejadian yang tidak diinginkan dari factor luar.
5. Kita dapat mengetahui dengan  lebih baik mengenai strategi pesaing sehingga kita akan lebih mudah menghadapinya.
6. Berkurangnya penolakan kita terhadap perubahan karena kita telah mempersiapkan rencana atas perubahan tersebut.
7. Memungkinkan kita untuk identifikasi, penentuan prioritas, dan eksploitasi peluang yang terbaik atas permasalahan dan pilihan keputusan.
8. Kita dapat merepresentasikan kerangka kerja untuk aktivitas kontrol dalam kehidupan sehari-hari dengan lebih baik yang dapat mengatur rencana kegiatan kita.
9. Memungkinkan alokasi sumber daya dan waktu yang lebih sedikit  bagi kita untuk mengoreksi keputusan yang salah atau tidak terencana.
10. Menciptakan kerangka kerja  komunikasi internal dengan orang lain.
11. Membantu mengintegrasikan perilaku individu kita kedalam kelompok atau golongan.
12. Mendorong pemikiran ke masa depan, sebab dengan mempelajari manajemen kita telah belajar menganalisa rencana.
13. Menjadikan kita kooperatif, terintegrasi, dan antusias untuk menghadapi masalah dan peluang.
14. Mendorong terciptanya sikap positif akan perubahan dalam diri kita

15. Memberikan tingkat kedisiplinan dan formalitas kepada manajemen kegiatan kita.


Keuntungan dan Kerugian Bagi Suatu Organisasi Yang Menjalankan Fungsi Manajemen Dengan Baik dan Benar





Pengertian Organisasi

Pengertian organisasi adalah sebuah wadah atau tempat berkumpulnya sekelompok orang untuk bekerjasama secara rasional dan sistematis, terkendali, dan terpimpin untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Pada umumnya organisasi akan memanfaatkan berbagai sumber daya tertentu dalam rangka untuk mencapai tujuan, seperti; uang, mesin, metode/ cara, lingkungan, sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya, yang dilakukan secara sistematis, rasional, dan terkendali.

Pengertian organisasi dalam dunia bisnis yaitu sekelompok orang atau grup yang berkolaborasi bersama-sama demi mencapai tujuan komersil. Layaknya organisasi non-profit, dalam dunia binis istilah ini juga memiliki struktur (baca: Pengertian Struktur Organisasi) yang jelas dan sudah memiliki budaya kerja. Karena itu, beda organisasi akan beda pula struktur dan tujuannya.


Alasan orang masuk organisasi

Beragam manfaat yang dapat diperoleh contohnya mengembangkan kemampuan public speaking, melatih jiwa kepemimpinan, dapat melatih seseorang untuk berinteraksi dengan berbagai karakter yang berbeda, memperluas wawasan dan pengetahuan seseorang, dapat membantu seseorang untuk bisa lebih bertanggung jawab.

Hal lain yang bisa diperoleh seseorang dari berorganisasi adalah  peningkatan disiplin serta etos kerja di dalam dirinya. Hal tersebut secara tidak langsung akan mampu membentuk softskill dalam diri seseorang. Dengan kemampuan tersebut akan banyak hal yang bisa dilakukan olehnya seperti memiliki kemampuan dalam menyampaikan ide, bernegosiasi dengan baik, memiliki kemampuan untu merubah suatu halmenjadi lebih baik, dan masih banyak lagi.

Fungsi-Fungsi Manajemen

Fungsi-fungsi manajemen menurut para ahli yang satu dengan yang lainnya secara umum memiliki banyak kesamaan.

Fungsi manajemen menurut Henry Fayol dan GR Terry menyebutkan ada 4 fungsi manajemen, yaitu Perencanaan - Pengorganisasian - Pengarahan - Pengendalian.

a. Planning (Fungsi Perencanaan)Planning adalah bagaimana perusahaan menetapkan tujuan yang diinginkan dan kemudian menyusun rencana strategi bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut.
Manajer dalam fungsi perencanaan harus mengkaji dan mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum memutuskan karena ini adalah langkah awal yang bisa berpengaruh secara total dalam perusahaan kedepannya.

b. Organizing (Fungsi Pengorganisasian)Organizing (fungsi perencanaan) adalah pengaturan sumber daya manusia dan sumber daya fisik yang dimiliki agar bisa menjalankan rencana-rencana yang sudah diputuskan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Fungsi pengorganisasian mengelompokkan semua orang, alat, tugas dan wewenang yang ada dijadikan satu kesatuan yang kemudian digerakkan melaksanakan apa yang sudah direncanakan sebelumnya.
Pengorganisasian bisa memudahkan manajer untuk mengawasi dan menentukan orang-orang yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas yang telah dibagi-bagi.

c. Directing (Fungsi Pengarahan)Directing alias fungsi pengarahan adalah upaya untuk menciptakan suasana kerja dinamis, sehat agar kinerjanya lebih efektif dan efisien.

Beberapa kegiatan pada fungsi pengarahan :
1)      Membimbing dan memberi motivasi kepada pekerja supaya bisa bekerja secara efektif dan efisien
2)      Memberi tugas serta penjelasan secara rutin tentang pekerjaan
3)      Menjelaskan semua kebijakan yang sudah ditetapkan

d. Controlling (Fungsi Pengendalian / Pengawasan)
​Fungsi terakhir dari 4 fungsi manajemen adalah fungsi pengendalian, fungsi pengendalian adalah upaya untuk menilai suatu kinerja yang berpatokan kepada standar yang telah dibuat, juga melakukan perbaikan apabila memang dibutuhkan.

Kegiatan pada fungsi pengendalian misalnya:
1)      Mengevaluasi keberhasilan dan target dengan cara mengikuti standar indikator yang sudah ditetapkan
2)      Melakukan klarifikasi dan koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan

3)      Memberi alternatif solusi yang mungkin bisa mengatasi masalah yang terjadi.


Keterampilan yang harus dimiliki oleh Seorang Manajer dikaitkan dengan Tingkatan Manajemen dalam Organisasi

Menurut Robert  L.  Katz, seorang Manajer yang sukses wajib memiliki 3 Keterampilan Manajemen Dasar yaitu Keterampilan Konseptual, Keterampilan berhubungan dengan orang lain dan Keterampilan Teknis. 
Menurutnya, Ketiga Keterampilan Manajemen tersebut diperlukan untuk dapat menerapkan 4 fungsi dasar dalam manajemen. 

Berdasarkan teori Robert L. Katz tentang Keterampilan Manajemen ini, Keterampilan Teknik lebih penting bagi Manajer yang berada di tingkatan Manajemen yang lebih rendah dan Keterampilan Konseptual lebih signifikan dibutuhkan oleh Manajemen Tingkat Tinggi atau Manajemen Puncak. Sedangkan Keterampilan berhubungan dengan orang lain atau Humanity Skills dianggap sama pentingnya bagi semua tingkatan manajemen.

Berikut ini adalah pembahasan singkat mengenai 3 Keterampilan Manajemen dasar yang wajib dimiliki oleh seorang Manajer dalam menjalankan fungsi manajemen menurut Robert  L.  Katz.

a. Keterampilan Konseptual (Conceptual Skills)

Keterampilan Konseptual adalah kemampuan manajer untuk melihat keseluruhan organisasi sebagai suatu entitas yang lengkap. Keterampilan Konseptual ini meliputi pemahaman tentang kerjasama setiap unit kerja dalam organisasi beserta pemahaman tentang ketergantungan satu unit kerja dengan unit kerja lainnya, perubahan pada suatu unit kerja juga akan mempengaruhi unit kerja atau bagian lainnya.

Keterampilan ini meliputi pemahaman tentang hubungan antar institusi, industri dan masyarakat serta pemahaman tentang pengaruh faktor-faktor politik, sosial dan kondisi ekonomi suatu negara terhadap bisnis perusahaannya. Dengan pemahaman-pemahaman tersebut, seorang manajer tingkat tinggi atau Top Management dapat memahami kondisi bisnis secara keseluruhan dan mengambil tindakan yang tepat untuk kesuksesan organisasinya.
Keterampilan Konseptual ini sangat penting bagi Manajement Tingkat Tinggi (Top Management) namun kurang penting bagi manajemen tingkat menengah dan tidak diharuskan untuk manajemen tingkat pertama. Keterampilan Konseptual ini juga sering disebut dengan Keterampilan Analisis (Analytical Skill) ataupun Keterampilan Perseptual (Perceptual Skill).

​b. Keterampilan Berhubungan dengan Orang lain (Humanity Skills)

Keterampilan berhubungan dengan Orang lain atau Humanity Skill ini adalah kemampuan manajer untuk berinteraksi secara efektif dengan anggota organisasinya serta membangun pemahaman dan usaha kooperatif dalam tim yang dipimpinnya. Keterampilan ini akan memungkinkan para manajer untuk menjadi pemimpin dan memotivasi karyawannya untuk mendapatkan prestasi kerja yang lebih baik. Selain itu, para Manajer juga harus dapat memanfaatkan potensi karyawannya secara efektif di perusahaan.

Komunikasi juga merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam Keterampilan ini. Komunikasi yang baik dan efektif akan memberikan dampak positif terhadap karir manajer yang bersangkutan dan juga dalam pencapain tujuan organisasi. Keterampilan berhubungan dengan orang lain atau Humanity Skill ini penting bagi semua tingkatan manajemen di suatu organisasi atau perusahaan. Keterampilan ini juga disebut sebagai Keterampilan Interpersonal (Antarpribadi) atau Human Skill (keterampilan kemanusiaan).

c. Keterampilan Teknis (Technical Skills)
Keterampilan Teknis ini adalah Kemampuan atau pengetahuan untuk menggunakan teknik tertentu dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu. Contohnya seperti kemampuan dan pengetahuan untuk merancang produk, memperbaiki mesin, mengoperasikan mesin, merakit komputer, membuat program komputer, menyiapkan pembukuan dan laporan keuangan, menjual produk, menciptakan lagu, memasak makanan dan lain sebagainya. Keterampilan Teknik ini merupakan keterampilan yang penting bagi manajer di tingkat pertama namun kurang penting atau tidak wajib untuk dimiliki oleh manajemen tingkat atas.



Source:
https://ilmumanajemenindustri.com/3-keterampilan-manajemen-yang-harus-dimiliki-oleh-manajer/
https://www.maxmanroe.com/vid/manajemen/pengertian-manajemen.html
https://guruppkn.com/manfaat-organisasi
https://bintangkecil44.blogspot.com/2012/10/manfaat-dan-tujuan-manajemen.html
https://nichonotes.blogspot.com/2015/02/fungsi-manajemen.html

Monday, November 4, 2019

Perbedaan Manajemen dan Manajer, Seberapa Penting Ilmu Manajemen bagi Kehidupan, Proses Motivasi yang terjadi dalam Kehidupan Seseorang, Pengertian Organisasi, Pendapat tentang Dampak Masuk Suatu Organisasi.





Perbedaan Manajemen dan Manajer.

Pengertian Manajemen
Pertama-tama kita cari tahu dulu apa sih pengertian manajemen itu. Rupanya banyak sekali para ahli yg mengartikan manajemen menurut pendapatnya masing – masing. Berikut pendapat beberapa para ahli tentang manajemen :

1. James A.F. Stoner, berpendapat bahwa manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

2. Menurut Haiman, manajemen itu ialah suatu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha – usaha yang dilakukan individu untuk mencapai suatu tujuan.

3. Menurut Mary Parker Follet, manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.


Pengertian Manajer
Kalau tadi kita sudah mengetahui pengertian dari manajemen, sekarang kita akan membahas tentang apa itu manajer. Mungkin seluruh masyarakat sudah tidak asing lagi dengan kata manajer, tapi tahukah mereka arti dari manajer itu sendiri? Marilah kita simak penjelasan yang telah saya ringkas tentang manajer.
Manajer adalah orang yg menjalankan kegiatan manajemen. Kegiatan itu dapat berupa perencanaan, pengorganisasian, pengimplemetasian, controlling, dll. Dalam berbagai jenis organisasi, istilah manajer dapat dipresentasikan oleh istilah lain seperti presiden, ketua, wakil presiden, wakil ketua, kepala bagian, dan seterusnya.


Kesimpulan
Kita sudah tahu pengertian dari manajemen maupun manajer, sekarang kita dapat menyimpulkan perbedaan diantara keduanya. Bisa kita simpulkan bahwa Manajer adalah seseorang yang mengatur dan bertanggung jawab atas manajemen tersebut, sedangkan Manajemen itu sendiri adalah sistem untuk mengatur perencanaan dalam suatu organisasi agar berjalan sesuai yang diinginkan bersama, dan dipimpin oleh seorang manajer.

Dengan kata lain, Manajer itu orang yg sedang melakukan kegiatan Manajemen , sedangkan Manajemen itu system yang dipimpin oleh sang Manajer.




Seberapa Penting Ilmu Manajemen bagi Kehidupan

Salah satu contoh pentingnya Manajemen dalam kehidupan sehari-hari adalah pentingnya kita memanajemen keuangan kita. Karena dengan kita memanage keuangan kita dapat mengatur keuangan dalam keseharian kita. Apabila kita tidak memanage keuangan kita maka yang akan terjadi hanya pemborosan penggunaan uang untuk membeli barang yang tidak penting. Dalam suatu kehidupan sehari-hari memanage keuangan harus di terapkan agar antara pemasukkan yang didapat dari bekerja dapat mencukupi kehidupan kita dengan memanage pengeluaran yang keluar sehari-hari. Apabila manajemen keuangan tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan terjadi pengeluaran yang berlebihan dan tak mencukupi kehidupan kita.

Contoh lain pentingnya manajemen dalam kehidupan sehari-hari adalah memanage waktu. Memanage waktu harus kita lakukan agar dapat memanfaatkan waktu sebisa mungkin. Tidak melakukan kegiatan yang hanya membuang-buang waktu. Memanage waktu sangat penting karena dengan memanage waktu semua kegiatan kita dalam keseharian akan tertata rapih. Kegiatan yang kita lakukan dalam sehari-hari dapat teratur dan tidak terjadi dua kegiatan dalam satu waktu.




Proses Motivasi yang terjadi dalam Kehidupan Seseorang


Faktor-Faktor Motivasi
Proses psikologis di dalam diri seseorang yang menimbulkan motivasi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Adapun faktor-faktor motivasi adalah sebagai berikut:

1. Faktor Internal (Intern)
Faktor internal adalah faktor motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang. Motivasi internal timbul karena adanya keinginan individu untuk memiliki prestasi dan tanggungjawab di dalam hidupnya.

Beberapa hal yang termasuk dalam faktor internal adalah:

Harga diri dan Prestasi, yaitu motivasi di dalam diri seseorang untuk mengembangkan kreativitas dan mengerahkan energi untuk mencapai prestasi yang meningkatkan harga dirinya.
Kebutuhan, setiap individu memiliki kebutuhan di dalam hidupnya sehingga orang tersebut menjadi termotivasi untuk melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Harapan, yaitu sesuatu yang ingin dicapai seseorang di masa mendatang yang mempengaruhi sikap dan perasaan subjektif orang tersebut.
Tanggungjawab, yaitu motivasi di dalam diri seseorang agar bekerja dengan baik dan hati-hati untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas.
Kepuasan kerja, yaitu motivasi dalam diri seseorang karena dapat melakukan suatu pekerjaan tertentu.


2. Faktor Eksternal (Ekstern)
Faktor eksternal adalah faktor motivasi yang berasal dari luar diri seseorang. Motivasi eksternal timbul karena adanya peran dari luar, misalnya organisai, yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupannya.

Beberapa hal yang termasuk dalam faktor eksternal adalah:

Jenis dan sifat pekerjaan, yaitu dorongan di dalam diri seseorang untuk bekerja pada jenis dan sifat pekerjaan tertentu. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh besar imbalan yang didapatkan pada pekerjaan tersebut.
Kelompok kerja, yaitu organisasi dimana seseorang bekerja untuk mendapatkan penghasilan bagi kebutuhan hidupnya.
Kondisi kerja, yaitu keadaan dimana seseorang bekerja sesuai dengan harapannya (kondusif) sehingga dapat bekerja dengan baik.
Keamanan dan keselamatan kerja, yaitu perlindungan yang diberikan oleh organisasi terhadap jaminan kemanan dan keselamatan seseorang dalam bekerja.
Hubungan interpersonal, yaitu hubungan antara teman sejawat, dengan atasan, dan dengan bawahan. Dalam hal ini, setiap orang ingin dihargai dan menghargai dalam organisasi sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis.




Pengertian Organisasi

Pengertian organisasi adalah sebuah wadah atau tempat berkumpulnya sekelompok orang untuk bekerjasama secara rasional dan sistematis, terkendali, dan terpimpin untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Pada umumnya organisasi akan memanfaatkan berbagai sumber daya tertentu dalam rangka untuk mencapai tujuan, seperti; uang, mesin, metode/ cara, lingkungan, sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya, yang dilakukan secara sistematis, rasional, dan terkendali.

Pengertian organisasi dalam dunia bisnis yaitu sekelompok orang atau grup yang berkolaborasi bersama-sama demi mencapai tujuan komersil. Layaknya organisasi non-profit, dalam dunia binis istilah ini juga memiliki struktur (baca: Pengertian Struktur Organisasi) yang jelas dan sudah memiliki budaya kerja. Karena itu, beda organisasi akan beda pula struktur dan tujuannya.





Pendapat tentang Dampak Masuk Suatu Organisasi

Pentingkah Mengikuti Organisasi? Manfaat apa yang bisa di dapat dengan mengikuti organisasi tersebut dan seperti apa pengaruh organisasi tersebut terhadap gaya belajar mahasiswa itu?. Itu semua tergantung dari individu tersebut, karena tidak semua sama alasan mereka mengikuti sebuah organisasi yang ada. Baik efek positif dan negatifnya pasti berbeda dari setiap individu yang mengikuti organisasi.

Adapun Manfaat mengikuti organisasi, antara lain :
1. Melatih diri untuk menjadi seorang pemimpin (Leadership)
2. Menambah Wawasan
3. Belajar mengatur waktu
4. Mengasah Kemampuan Sosial
5. Problem Solving dan Manajemen Konflik
6. Memperluas jaringan atau Networking
7. Membentuk Pola pikir yang baik
8. Meningkatkan Kemampuan berkomunikasi

Walaupun banyak manfaat yang didapat dari mengikuti organisasi yang ada, tetap saja ada dampak negatif  atau kerugian jika kalian mengikuti organisasi.

Dampak negatif atau kerugian mengikuti organisasi, antara lain:

1. Menjadi Kurang Fokus untuk Belajar di Kelas
2. Jika tidak pandai membagi waktu, maka kuliah yang utamanya adalah untuk belajar menjadi terbengkalai
3. Mengikuti organisasi juga memerlukan uang yang dibutuhkan untuk pembelian baju, attribut, dan lain-lainnya


Untuk itu jika anda memang suka mengikuti berbagai kegiatan di organisasi yang anda ikuti, haruslah disertai dengan kemampuan mengatur waktu dengan baik serta tepat. 
Agar kalian mendapatkan semua manfaat berorganisasi tanpa perlu mengorbankan prestasi.