Friday, December 13, 2019

Pengertian Pasar, Pasar Konsumen, Pasar Industri, Pasar Reseller dan Pasar International. Pengertian Merk, Simbol Merk dan Tanda Merk. Unsur-unsur Wirausaha. Makna E-commerce dan Tantangannya bagi Pengembangan Wirausaha di Indonesia


Pengertian Pasar

Pasar adalah tempat dimana pembeli dan penjual bertemu dan berfungsi barang atau jasa tersedia untuk dijual, dan terjadi berpindahan hak milik atau sejumlah seluruh permintaan barang atau jasa oleh pmebeli-pembeli (sering dikaitkan dengan istilah demand permintaan)
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli. Maka dari itu, pasar bisa berada di mana saja, tidak terbatas ruang dan tidak terbatas waktu.

Pengertian Pasar Menurut Para Ahli

Menurut William J. Stanton
 Pasar adalah kumpulan dari masyarakat yang bertujuan untuk mendapatkan rasa puas. Kepuasan itu berasal dari penggunaan uang untuk ditukar dengan barang yang mereka inginkan.
Menurut Simamora,
 Pasar adalah kelompok masyarakat dengan kebutuhan dan keinginannya untuk memiliki atau membeli barang tertentu. Bukan hanya itu, mereka juga punya kemampuan beli terhadap produk tersebut. Kesempatan tukar-menukar barang dengan alat pembayaran pun ada di dalam pasar.
Menurut Kotler dan Amstrong,
 Pasar adalah pertemuan antara para pembeli yang potensial dan juga penjual yang menawarkan produk atau jasa.
Menurut Handri Ma’aruf,
 Pasar adalah ruang para penjual dan pembeli bertemu. Di sana, ada permintaan dan penawaran antara penjual dan pembeli dan kemudian juga terjadi transaksi jual dan beli.
Menurut Atep Adya Barata,
 Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Menurut Atep, pertemuan ini tak harus terjadi secara langsung. Bisa saja melalui perantara atau bisa saja melalui media tertentu. Kemudian, usai pertemuan ini, ada pertukaran.

Ada definisi dan pendekatan yang berbeda-beda terkait pasar. Namun, semuanya merujuk kepada proses pertemuan orang yang membutuhkan atau menginginkan barang dan memiliki alat tukar dengan mereka yang memiliki barang tersebut.

Adapun jenis – jenis pasar adalah :

1. Pasar Konsumen
  Pasar Konsumen adalah sekelompok pembeli yang membeli barang-barang untuk di konsumsikan, bukan untuk dijual atau diproses lebih lanjut. Yang termasuk kelompok ini adalah pembeli individual/pembeli rumah tangga ( non bisnis )Shanjunisme
2. Pasar Industri
  Pasar Industri atau disebut juga Pasar Produsen atau Pasar bisnis, adalah pasar yang terdiri dari perorangan dan organisasi yang memerlukan barang dan jasa untuk diproduksi menjadi barang dan jasa dalam bentuk lain untuk selanjutnya dijual, disewakan atau diserahkan kepada pihak lain.
3. Pasar Penjualan / Perdagangan Perantara (Reseller Market)
  Pasar Penjual adalah suatu pasar yang terdiri dari individu dan organisasi yang memperoleh atau membeli barang dengan maksud untuk dijual lagi atau disewakan untuk mendapatkan laba.
5. Pasar International
  Pasar international meliputi beberapa Negara di dunia. Pasar internasional melampaui ekspor pemasar dan menjadi lebih terlibat dalam lingkungan pemasaran di negara-negara tempat suatu organisasi melakukan bisnis.


Pengertian Merk


Merek adalah suatu nama, simbol, tanda, desain atau gabungan di antaranya untuk dipakai sebagai identitas suatu perorangan, organisasi atau perusahaan pada barang dan jasa yang dimiliki untuk membedakan dengan produk jasa lainnya.

Simbol Merk
Lambang untuk mendefinisikan ciri khas atau arti lambing suatu produk atau barang yang dikemas dengan tujuan membedakan produk satu dengan lainnya.
   Contoh: Amazon, tanda panah yang menghubungkan huruf ‘A’ ke ‘Z’ yang dimana dimaksudkan untuk memberi tahu bahwa mereka memiliki segalanya dari ‘A’ sampai ‘Z’. Yang bisa anda temukan di situs mereka, dan makna ganda panah menjadi terlihat seperti senyuman.
Tanda Merk
Bagian dari merk yang dapat dikenali. Tanda merk ini berupa logo, symbol atau gambar.
    Contoh: Honda, tanda merknya adalah ‘ H ’



Beberapa unsur penting dalam wiraswasta yang saling terkait satu dengan lainnya:

1. Daya Pikir
  Tingkat penalaran (reasoning) atau kemampuan berfikir yang dimiliki oleh seseorang dicirikan oleh daya pikir, pengetahuan, kepandaian, intelektual atau unsur kognisi.
2. Keterampilan
  Keterampilan merupakan tindakan raga terutama tangan dan kaki untuk melaksanakan sesuatu kerja dan dari kerja tersebut baru akan terwujud hasil karya.
3. Sikap Mental
  Seseorang mungkin saja mempunyai otak yang cerdas dan keterampilan tinggi, namun jika ia malas, lamban, dan tidak mempunyai keberanian, dan apalagi ceroboh, tentulah hal itu tidak menjamin untuk dapat sukses. Suskses dapat dipakai jika pemikiran, keterampilan dan sikap mental digabungkan. Sikap mental ini meliputi: keteladanan, keluhuran, keberanian, tanggung jawab, jujur, berjiwa besar dan mandiri.
4. Intuisi
  Sebenarnya ada faktor lain selain kecerdasan penalaran, keterampilan dan sikap mental yang berpengaruh atas sukses seseorang yaitu daya intuisinya. Daya intuisi adalah daya ramal atau dikenal juga dengan feeling seseorang yang sulit digambarakan apakah itu hasil pemikiran atau khayalan.


Makna E-commerce dan Tantangannya bagi Pengembangan Wirausaha di Indonesia

   E-Commerce adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. Dalam pengembangan e-commerce di Indonesia banyak sekali tantangan yang harus perhatikan, diantaranya yaitu pengembangan elektronik dan sejenisnya serta pemerataan peralatan elektronik ke berbagai daerah. Hal ini perlu diperhatikan karena, masih banyak daerah yang belum memiliki alat elektronik yang perkembangannya masih tertinggal jauh dari alat elektronik didaerah kota-kota besar seperti didaerah jawa. Selain pemerataan alat elektronik, juga dalam pemerataan koneksi internet keseluruh daerah hingga daerah terpencil. Hal ini perlu diperhatikan karena beberapa daerah di Indonesia masih belum tersentuh internet, maka diperlukan pemerataan secara menyeluruh untuk koneksi internetnya. Dalam pengembangan e-commerce di Indonesia adalah kondisi keuangan serta perlunya penyuluhan pemerintah untuk adaptasi masyarakat. Dua hal tersebut perlu diperhatikan, melihat kembali kondisi keuangan yang tidak merata, bahkan tidak banyak yang belum memiliki alat elektronik seperti handphone, televisi, bahkan komputer. Selain itu penyuluhan dari pemerintah untuk adaptasi pun perlu dilaksanakan, agar masyarakat dapat menerima keberlangsungan e-commerce tersebut dan juga menambah pengetahuannya agar tidak mudah tertipu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.








Source :

Thursday, December 5, 2019

Pengaruh Lingkungan terhadap Bisnis, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sistem Bisnis di Indonesia, Pngertian dari Istilah Inflasi, Deflasi, Pengangguran, Supplier, Akuntansi dan Investor, Jelaskan Pendapat, Pengertian Bisnis International

Pengaruh Lingkungan terhadap Bisnis

Menjadikan era globalisasi ekonomi yang disertai dengan pesatnya perkembangan teknologi, berdampak pada semakin ketatnya persaingan dan semakin cepatnya terjadi perubahan pada lingkungan usaha. Barang-barang hasil produksi dalam negeri saat ini sudah harus langsung berkompetisi dengan produk-produk dari luar negeri, dan perusahaan harus menerima kenyataan bahwa pesatnya perkembangan teknologi mengakibatkan cepat usangnya fasilitas produksi, semakin singkatnya daur hidup produk, dan keuntungan yang didapat pun akan semakin rendah.
Lingkungan bisnis yang dihadapi oleh perusahaan perusahaan di dunia semakin bergejolak (turbulent), terutama sejak terjadinya krisis global dan perubahan pemerintahan berikut gejolak sosial di dalam negeri pada awal tahun 2009. Apalagi dengan kondisi internal kebanyakan perusahaan yang memburuk dan bangkrutnya sebagian perusahaan, menjadikan perhatian terhadap pengaruh dan dampak faktor-faktor lingkungan eksternal perusahaan menjadi sangat penting. Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan faktor-faktor lingkungan luar perusahaan, baik pada skala nasional, regional maupun global. Sebagian dari dampak yang mereka timbulkan banyak terbukti telah mempengaruhi datangnya berbagai kesempatan usaha (business opportunities), tetapi banyak pula rekaman contoh kasus dari faktor eksternal ini yang menjadi kendala dalam berusaha (business threats and constraints).

Faktor-faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Bisnis di Indonesia

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi bisnis di Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor tersebut adalah :

1. Faktor Politik
Bagi para pengusaha, tujuan, kebijakan dan stabilitas politik menjadi faktor penting dalam berusaha atau berbisnis. Situasi politik yang tidak mendukung akan berdampak negative bagi dunia usaha dan begitupula sebaliknya.

2. Faktor Ekonomi
Kondisi perekonomian disuatu Negara secara langsung dapat mempengaruhi kestabilan bisnis dari perusahaan. Semakin buruk kondisi ekonomi, maka akan semakin buruk pula kestabilan bisnisnya.

3. Faktor Sosial
Kondisi sosial masyarakat selalu bersifat dinamis dan berubah dari masa ke masa, oleh karena itu perusahaan selalu dituntut untuk mampu mengantisipasi perubahan kultur sosial masyarakat. Beberapa penyebab terjadinya kondisi seperti ini misalnya karena gaya hidup, cultural, adat-istiadat, sikap, demografis, pendidikan, ekologis maupun etnis.
Perubahan kondisi sosial biasanya terkait dengan perubahan sikap dan gaya hidup akibat peningkatan pendapatan, perubahan strata sosial maupun peningkatan dari perkembangan teknologi.

4. Faktor Teknologi
Setiap perusahaan yang ingin tetap unggul dan berkembang bisnisnya, maka harus selalu mengikuti trend perkembangan teknologi terkini, sehingga produk dan jasa yang dihasilkan dapat selalu up to date sesuai dengan keinginan konsumen.


Pengertian dari Istilah Inflasi, Deflasi, Pengangguran, Supplier, Akuntansi dan Investor

Adapun pengertian dari istilah-istilah berikut ini :

1. Pengertian Inflasi
     Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang tingkat inflasi di dunia meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi.

2. Pengertian Deflasi
    Deflasi adalah suatu periode dimana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar  yang menyebabkab barang-barang akan menjadi lebih murah harganya dan cara untuk menanggulanginya adalah menurunkan tingkat suku bunga.

3. Pengertian Pengangguran
    Pengangguran atau orang yang menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dan sedang tidak aktif mencari pekerjaan. Kategori orang yang menganggur biasanya adalah mereka yang tidak memiliki pekerjaan pada usia kerja dan masanya kerja. Usia kerja biasanya adalah usia yang tidak dalam masa sekolah tetapi di atas usia anak-anak (relatif di atas 6 – 18 tahun, yaitu masa pendidikan dari SD – tamat SMU). Sedangkan di atas usia 18, namun masih sekolah dapatlah dikategorikan sebagai penganggur, meski untuk hal ini masih banyak yang memperdebatkannya.

4. Pengertian Supplier
    Supplier atau Pemasok adalah
pihak (individu / perusahaan) yang menjual atau memasok sumber daya dalam bentuk bahan baku kepada pihak lain (individu / perusahaan) untuk diolah menjadi barang atau jasa tertentu. Atau dapat dikatakan bahwa definisi pemasok adalah individu atau perusahaan yang menjual bahan baku yang dibutuhkan oleh perusahaan lain untuk diolah menjadi produk yang siap dijual.
5. Pengertian Akuntansi
    Akuntansi adalah untuk mencatat, meringkas, menganalisis, dan melaporkan data yang berkaitan dengan transaksi keuangan dalam bisnis atau perusahaan. Untuk praktisi dalam bidang ini disebut dengan akuntan. Akuntansi sendiri juga telah disebut “bahasa bisnis”untuk  mengukur hasil kegiatan ekonomi dalam organisasi dan menyampaikan informasi ini kepada berbagai pihak, termasuk investor, kreditor, manajemen, dan regulator.
6. Pengertian Investor
    Investor adalah
pengelola usaha atau perusahaan dan penyedia dana untuk kebutuhan perusahaan. Penyedia dana sering disebut sebagai investor, mereka merupakan pihak yang menempatkan kelebihan dananya (surplus of fund) untuk kegiatan investasi di sektor usaha yang halal dan produktif. Lebih spesifik lagi bahwa investor merupakan perorangan atau lembaga yang menanamkan dananya pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi, dan lain sebagainya.

Dalam membangun sebuah badan usaha yang besar, diperlukan ikatan kerja sama yang dilakukan oleh dua belah pihak. Badan usaha yang terbentuk atas ikatan kerja sama tersebut biasa disebut Perseroan Terbatas (PT), yang terbentuk dari ikatan kerja sama berupa modal yang diberikan oleh kedua belah pihak untuk tetap menjalankan kegiatan usahanya. Dalam PT, biasanya mereka yang memberikan modalnya untuk perusahaan tersebut hanya melakukan kegiatan pemantauan dan pengarahan untuk program kedepannya namun ada juga beberapa diantara mereka yang ikut turun tangan dalam menjalankan bisnis tersebut. dalam menjalankan kegiatan bisnis berbentuk PT, menurut saya merupakan hal yang cukup menguntungkan yang diantaranya, kita tidak perlu mengeluarkan dana terlalu besar karena dalam penanaman modal dilakukan dengan adil (50-50) atau bisa lebih kecil atau mungkin lebih besar.

Pengertian Bisnis Internasional 

Bisnis yang kegiatan-kegiatannya melewati batas-batas negara. Definisi ini tidak hanya termasuk perdagangan internasional dan pemanufakturan di luar negeri, tetapi juga industri jasa yang berkembang di bidang- bidang seperti transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan, konstruksi, perdagangan eceran, perdagangan besar dan komunikasi massa.

Pengertian Menurut Para Ahli :

1. Ball, McCulloch, Frantz, Geringer, Minor(2006)
Bisnis yang kegiatannya melampaui batas Negara. Definisi tersebut mencakup perdagangan internasional. pemanufakturan diluar negeri juga industri jasa diberbagai bidang seperti transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan, konstruksi,perdagangan eceran, perdagangan besar dan komunikasi massa.

2. Charles WH Hill (2008)
Perusahaan yang terlibat dalam perdagangan maupun investasi internasional.

3. Daniels, Radebaugh & Sullivan (2004)
Semua transaksi komersial baik oleh swasta maupun pemerintah diantara 2 negara atau lebih.


Pengertian Joint Venture

Secara sederhana, joint venture adalah usaha bisnis yang dilakukan oleh dua entitas bisnis atau lebih untuk periode waktu tertentu. kerja sama ini diciptakan untuk memberikan tujuan spesifik dan ditentukan dalam rencana yang telah disepakati. Sistem ini biasanya berakhir setelah tujuan-tujuan tersebut terpenuhi kecuali para pihak memutuskan untuk terus bekerja sama.
Para pihak yang terlibat dalam sistem ini diatur oleh perjanjian kontrak yang mereka buat. Perjanjian tersebut menetapkan hal-hal seperti kewajiban mereka, tingkat di mana mereka akan berbagi keuntungan atau kerugian, hak dan kewajiban mereka satu sama lain.


Source :