Perbedaan Manajemen dan Manajer.
Pengertian Manajemen
Pertama-tama kita cari tahu dulu apa sih pengertian manajemen itu. Rupanya banyak sekali para ahli yg mengartikan manajemen menurut pendapatnya masing – masing. Berikut pendapat beberapa para ahli tentang manajemen :
1. James A.F. Stoner, berpendapat bahwa manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
2. Menurut Haiman, manajemen itu ialah suatu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha – usaha yang dilakukan individu untuk mencapai suatu tujuan.
3. Menurut Mary Parker Follet, manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.
Pengertian Manajer
Kalau tadi kita sudah mengetahui pengertian dari manajemen, sekarang kita akan membahas tentang apa itu manajer. Mungkin seluruh masyarakat sudah tidak asing lagi dengan kata manajer, tapi tahukah mereka arti dari manajer itu sendiri? Marilah kita simak penjelasan yang telah saya ringkas tentang manajer.
Manajer adalah orang yg menjalankan kegiatan manajemen. Kegiatan itu dapat berupa perencanaan, pengorganisasian, pengimplemetasian, controlling, dll. Dalam berbagai jenis organisasi, istilah manajer dapat dipresentasikan oleh istilah lain seperti presiden, ketua, wakil presiden, wakil ketua, kepala bagian, dan seterusnya.
Kesimpulan
Kita sudah tahu pengertian dari manajemen maupun manajer, sekarang kita dapat menyimpulkan perbedaan diantara keduanya. Bisa kita simpulkan bahwa Manajer adalah seseorang yang mengatur dan bertanggung jawab atas manajemen tersebut, sedangkan Manajemen itu sendiri adalah sistem untuk mengatur perencanaan dalam suatu organisasi agar berjalan sesuai yang diinginkan bersama, dan dipimpin oleh seorang manajer.
Dengan kata lain, Manajer itu orang yg sedang melakukan kegiatan Manajemen , sedangkan Manajemen itu system yang dipimpin oleh sang Manajer.
Seberapa
Penting Ilmu Manajemen bagi Kehidupan
Salah satu contoh pentingnya Manajemen dalam
kehidupan sehari-hari adalah pentingnya kita memanajemen keuangan kita. Karena
dengan kita memanage keuangan kita dapat mengatur keuangan dalam keseharian kita.
Apabila kita tidak memanage keuangan kita maka yang akan terjadi hanya
pemborosan penggunaan uang untuk membeli barang yang tidak penting. Dalam suatu
kehidupan sehari-hari memanage keuangan harus di terapkan agar antara
pemasukkan yang didapat dari bekerja dapat mencukupi kehidupan kita dengan
memanage pengeluaran yang keluar sehari-hari. Apabila manajemen keuangan tidak
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan terjadi pengeluaran yang berlebihan
dan tak mencukupi kehidupan kita.
Contoh lain pentingnya manajemen dalam kehidupan
sehari-hari adalah memanage waktu. Memanage waktu harus kita lakukan agar dapat
memanfaatkan waktu sebisa mungkin. Tidak melakukan kegiatan yang hanya
membuang-buang waktu. Memanage waktu sangat penting karena dengan memanage
waktu semua kegiatan kita dalam keseharian akan tertata rapih. Kegiatan yang
kita lakukan dalam sehari-hari dapat teratur dan tidak terjadi dua kegiatan
dalam satu waktu.
Proses
Motivasi yang terjadi dalam Kehidupan Seseorang
Faktor-Faktor Motivasi
Proses psikologis di dalam diri seseorang yang
menimbulkan motivasi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Adapun faktor-faktor
motivasi adalah sebagai berikut:
1. Faktor Internal (Intern)
Faktor internal adalah faktor motivasi yang berasal
dari dalam diri seseorang. Motivasi internal timbul karena adanya keinginan
individu untuk memiliki prestasi dan tanggungjawab di dalam hidupnya.
Beberapa hal yang termasuk dalam faktor internal
adalah:
Harga diri dan Prestasi, yaitu motivasi di dalam
diri seseorang untuk mengembangkan kreativitas dan mengerahkan energi untuk
mencapai prestasi yang meningkatkan harga dirinya.
Kebutuhan, setiap individu memiliki kebutuhan di
dalam hidupnya sehingga orang tersebut menjadi termotivasi untuk melakukan
sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Harapan, yaitu sesuatu yang ingin dicapai seseorang
di masa mendatang yang mempengaruhi sikap dan perasaan subjektif orang
tersebut.
Tanggungjawab, yaitu motivasi di dalam diri
seseorang agar bekerja dengan baik dan hati-hati untuk menghasilkan sesuatu
yang berkualitas.
Kepuasan kerja, yaitu motivasi dalam diri seseorang
karena dapat melakukan suatu pekerjaan tertentu.
2. Faktor Eksternal (Ekstern)
Faktor eksternal adalah faktor motivasi yang berasal
dari luar diri seseorang. Motivasi eksternal timbul karena adanya peran dari
luar, misalnya organisai, yang turut menentukan perilaku seseorang dalam
kehidupannya.
Beberapa hal yang termasuk dalam faktor eksternal
adalah:
Jenis dan sifat pekerjaan, yaitu dorongan di dalam
diri seseorang untuk bekerja pada jenis dan sifat pekerjaan tertentu. Kondisi
ini juga dipengaruhi oleh besar imbalan yang didapatkan pada pekerjaan
tersebut.
Kelompok kerja, yaitu organisasi dimana seseorang
bekerja untuk mendapatkan penghasilan bagi kebutuhan hidupnya.
Kondisi kerja, yaitu keadaan dimana seseorang
bekerja sesuai dengan harapannya (kondusif) sehingga dapat bekerja dengan baik.
Keamanan dan keselamatan kerja, yaitu perlindungan
yang diberikan oleh organisasi terhadap jaminan kemanan dan keselamatan
seseorang dalam bekerja.
Hubungan interpersonal, yaitu hubungan antara teman
sejawat, dengan atasan, dan dengan bawahan. Dalam hal ini, setiap orang ingin
dihargai dan menghargai dalam organisasi sehingga tercipta suasana kerja yang
harmonis.
Pengertian
Organisasi
Pengertian organisasi adalah sebuah wadah atau
tempat berkumpulnya sekelompok orang untuk bekerjasama secara rasional dan
sistematis, terkendali, dan terpimpin untuk mencapai suatu tujuan tertentu
dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.
Pada umumnya organisasi akan memanfaatkan berbagai
sumber daya tertentu dalam rangka untuk mencapai tujuan, seperti; uang, mesin,
metode/ cara, lingkungan, sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya, yang
dilakukan secara sistematis, rasional, dan terkendali.
Pengertian organisasi dalam dunia bisnis yaitu
sekelompok orang atau grup yang berkolaborasi bersama-sama demi mencapai tujuan
komersil. Layaknya organisasi non-profit, dalam dunia binis istilah ini juga
memiliki struktur (baca: Pengertian Struktur Organisasi) yang jelas dan sudah
memiliki budaya kerja. Karena itu, beda organisasi akan beda pula struktur dan
tujuannya.
Pendapat
tentang Dampak Masuk Suatu Organisasi
Pentingkah Mengikuti Organisasi? Manfaat apa yang
bisa di dapat dengan mengikuti organisasi tersebut dan seperti apa pengaruh
organisasi tersebut terhadap gaya belajar mahasiswa itu?. Itu semua tergantung
dari individu tersebut, karena tidak semua sama alasan mereka mengikuti sebuah
organisasi yang ada. Baik efek positif dan negatifnya pasti berbeda dari setiap
individu yang mengikuti organisasi.
Adapun Manfaat mengikuti organisasi, antara lain :
1. Melatih diri untuk menjadi seorang pemimpin
(Leadership)
2. Menambah Wawasan
3. Belajar mengatur waktu
4. Mengasah Kemampuan Sosial
5. Problem Solving dan Manajemen Konflik
6. Memperluas jaringan atau Networking
7. Membentuk Pola pikir yang baik
8. Meningkatkan Kemampuan berkomunikasi
Walaupun banyak manfaat yang didapat dari mengikuti
organisasi yang ada, tetap saja ada dampak negatif atau kerugian jika kalian mengikuti
organisasi.
Dampak negatif atau kerugian mengikuti organisasi,
antara lain:
1. Menjadi Kurang Fokus untuk Belajar di Kelas
2. Jika tidak pandai membagi waktu, maka kuliah yang
utamanya adalah untuk belajar menjadi terbengkalai
3. Mengikuti organisasi juga memerlukan uang yang
dibutuhkan untuk pembelian baju, attribut, dan lain-lainnya
Untuk itu jika anda memang suka mengikuti berbagai
kegiatan di organisasi yang anda ikuti, haruslah disertai dengan kemampuan
mengatur waktu dengan baik serta tepat.
Agar kalian mendapatkan semua manfaat
berorganisasi tanpa perlu mengorbankan prestasi.
No comments:
Post a Comment