Jalan Jokowi di lima tahun pertama memimpin tak
selalu mulus. Banyak tantangan dan rintangan yang dilalui seperti melambatnya
perekonomian dunia yang berdampak pada penurunan ekspor, perang dagang antara
AS dan China serta ancaman krisis dunia.
Kondisi ini berdampak langsung pada Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan Jokowi meroket hingga 7 persen tak
tercapai. Ekonomi hanya tumbuh stagnan di kisaran 5 persen saja.
Bahkan kuartal III-2018 lalu, ekonomi hanya tumbuh
sebesar 5,17 persen dan dianggap masih positif. Padahal, pertumbuhan ini
melambat jika dibandingkan kuartal II yang saat itu 5,27 persen.
Menurut Jokowi, saat ini tengah terjadi berbagai
sentimen global seperti perang dagang dan kenaikan suku bunga oleh bank sentral
Amerika Serikat. Tidak banyak negara yang tetap menjaga momentum positif di
tengah berbagai gejolak tersebut.
"Ya pertumbuhan ekonomi di kuartal sebelumnya
kita 5,27 persen kemudian kuartal ini 5,17 persen, alhamdulilah. Menurut saya
masih sangat baik dibandingkan negara lain," kata Jokowi di Depo MRT Lebak
Bulus, Jakarta, Selasa (6/11).
Meski ekonomi tak meroket seperti yang dijanjikan,
namun masih ada beberapa prestasi Presiden Jokowi di periode pertama yang patut
diapresiasi.
INFRASTRUKTUR
Di periode pertama, Presiden Joko Widodo memang
gencar membangun infrastruktur. Bahkan dari porsi APBN 2020 masih terlihat
bahwa dana pembangunan infrastruktur menjadi salah satu yang terbesar dibanding
pos anggaran lain.
Dalam APBN 2020, pagu anggaran lembaga sektor
infrastruktur seperti Kementerian PUPR tercatat cukup besar karena pemerintah
menaikkan anggaran infrastruktur sebesar 4,9 persen dari Rp399,7 triliun pada
2019 menjadi Rp419,2 triliun pada 2020.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan besarnya
anggaran infrastruktur sebagian besar akan digunakan untuk pembangunan 837
kilometer (km) jalan baru, 238 kilometer jalur kereta api, 6,9 km jembatan
baru, dan 49 bendungan baru.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin
Nasution menjelaskan bahwa infrastruktur yang dibangun selama pemerintahan
Jokowi-JK lebih banyak dibanding 20 tahun sebelumnya. Terutama infrastruktur di
sektor transportasi.
"Kita sudah bangun infrastruktur secara
besar-besaran secara cepat sehingga apa yang kita bangun 4 - 5 tahun terakhir
ini hampir sama bahkan lebih besar dari transportasi yang dibangun 20 tahun
sebelumnya," kata dia dalam acara Hari Perhubungan Nasional yang digelar
Kemenhub, di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu.
KEMISKINAN
Selain gencar membangun infrastruktur, pemerintah
Jokowi juga fokus menjaga daya beli masyarakat guna menekan angka kemiskinan.
Tak sedikit dana yang dikeluarkan negara dalam bentuk bantuan sosial (bansos) agar
masyarakat miskin bisa terus berkurang.
Realisasi anggaran bansos pada tahun 2018 tercatat
mencapai Rp84,31 triliun atau 103,76 persen dari total pagu anggaran tahun
2018.
Berlanjut ke tahun 2019, realisasi anggaran bansos
hingga Maret 2019 (kuartal I-2019) telah mencapai Rp37 triliun atau 36, persen
terhadap pagu anggaran. Jumlah tersebut naik lebih dari dua kali lipat
dibanding realisasi bansos kuartal I-2018 yang hanya Rp17,9 triliun.
Besarnya anggaran pengentasan kemiskinan tersebut
berdampak langsung pada tingkat kemiskinan RI, di mana per akhir bulan Maret
2019 tercatat sebesar 9,41 persen atau turun 0,41 persen terhadap Maret 2018.
Sementara jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 sebesar 25,14 juta jiwa yang
mana berkurang 810 ribu jiwa dibanding Maret 2018.
Angka kemiskinan ini juga merupakan yang paling
rendah di masa kepemimpinan Presiden Jokowi periode 2014-2019.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengatakan
bahwa penurunan angka kemiskinan di Indonesia erak kaitannya dengan berbagai
insentif yang diberikan oleh pemerintah.
Suhariyanto merincikan, pada Maret 2019 garis
kemiskinan Indonesia menjadi sebesar Rp425.250 per kapita per bulan. Posisi itu
mengalami peningkatan 3,55 persen dari garis kemiskinan September 2018 yang
sebesar Rp410.670, juga naik sebesar 5,99 persen dibanding Maret 2018 yang
sebesar Rp401.220.
Dia mengatakan, jika rata-rata satu rumah tangga di
Indonesia memiliki 4 hingga 5 anggota keluarga, maka garis kemiskinan rata-rata
secara nasional menjadi sebesar Rp1.990.170 per rumah tangga. Artinya, apabila
ada satu rumah tangga yang memiliki pendapatan di bawah itu masuk ke dalam
kategori miskin.
"Jadi orang akan dikategorikan miskin kalau
pendapatannya di bawah Rp1,99 juta. Untuk mencari uang sebesar hampir Rp2 juta
bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi garis kemiskinan di tiap daerah
berbeda," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta
Masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan
Wakil Presiden Jusuf Kalla akan berakhir. Rencananya,
Jokowi akan kembali dilantik menjadi presiden berpasangan dengan K.H Ma’ruf
Amin pada 20 Oktober2019. Lantas bagaimana gambaran perekonomian Indonesia
dalam lima tahun ini?
Dalam lima tahun pemerintahan Jokowi periode I
(2015-2019), perekonomian Indonesia tumbuh di kisaran 5 persen seperti terlihat
pada grafik. Ekonomi nasional bahkan hanya tumbuh 4,79% pada 2015 dampak dipangkasnya
subsidi bahan bakar minyak (BBM). Hingga semester pertama 2019, ekonomi tumbuh
sebesar 5,05 persen dibanding semester pertama tahun sebelumnya. Angka tersebut
lebih rendah dari target APBN 2019 sebesar 5,3 persen maupun dari target RJPM
2015-2019 sebesar 8 persen. Sementara laju inflasi di pemerintahan Jokowi dalam
lima tahun pertama ini cukup terkendali di kisaran 3-4 persen. Berdasarkan data
BPS, inflasi September
2019 sebesar 3,39 persen (YoY) di bawah target APBN
di 3,5 persen.
Source :
https://www.merdeka.com/uang/meski-ekonomi-tak-meroket-presiden-jokowi-cetak-prestasi-ini-di-5-tahun-pertama.html
https://tirto.id/5-tahun-pemerintahan-jokowi-pertumbuhan-ekonomi-mentok-5-persen-ejLM
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/10/17/ekonomi-5-tahun-pertama-jokowi-tumbuh-stagnan-5-persen
Source :
https://www.merdeka.com/uang/meski-ekonomi-tak-meroket-presiden-jokowi-cetak-prestasi-ini-di-5-tahun-pertama.html
https://tirto.id/5-tahun-pemerintahan-jokowi-pertumbuhan-ekonomi-mentok-5-persen-ejLM
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/10/17/ekonomi-5-tahun-pertama-jokowi-tumbuh-stagnan-5-persen
No comments:
Post a Comment